sumber: https://bangkitmedia.com
Di pagi-pagi buta, waktu matarhari masih belum menampakan sinarnya. sekitar jam 03.00 mas huda sedang bersiap-siap untuk bekerja, dia bekerja sebagai penjual koran di perempatan bangjo area solo. Tidak seperti penjual koran biasanya yang hanya mengambil koran dan langsung menjualnya, mas huda harus berangkat bekerja pagi-pagi sebelum moyoritas orang bangun, hal ini dilakukan karena dia adalah menantu dari pemilik usaha penyuplai koran sehingga dia sering membantu menata koran sebelum para penjaual mengambil korannya.
Mas Huda mulai berangkat ke tempat suplai koran yang
bertempat di perumahan Fajar Indah sekitar jam 03.15 pagi, kemudian dia bertemu
dengan mertuanya dan pemilik temat yang Bernama Sutaji, “gimana pak, mana koran
yang baru yang harus dikelompok terlebih dahulu” tanya Mas Huda. “itu Hud. Yang
ada di sebelah pintu masuk”. Mas huda langsung mengambil tumpukan koran yang
ada di sebelah pintu itu kemudain dipilih dan dikelompokan berdasarkan jenis
terbitan koranya, diantaranya koran Solo Pos, koran Sindo, koran Kompas,
Tribun, Tempo dan lainnya.
Setelah sekitar jam 4.30 Mas Huda izin sebentar untuk
pergi ke masjid Al-Huda Jajar untuk menunaikan ibadah solat subu berjamaah “ayo
pak solat, saya duluan ke masjid nggeh”. Meskipun sedang dalam bekerja mas huda
selalu menyepatkan waktunya untuk solat berjamaah di masjid “sebentar, ini
sekalian nitip koran untuk pak Wardoyo ya” ucap pak Sutaji. Pak Wardoyo juga
penjual koran seperti mas Huda, karena pak wardoya solat di majid al-huda
biasanya pak Sutaji langsung menitipkan koran ke mas huda. Kemudian mas huda
berangkat ke masjid untuk solat dan memberikan koran titipanya dan langsung
Kembali untuk lanjut berjualan koran.
Setelah Kembali ke tempat koran mas huda langsung
melanjutkan untuk berjualan koran, Pertama-tama mas huda mengantarkan koran ke
rumah-rumah dan tempat lain yang telah langganan koran ke dia seperti ke
sekolahan, kantor, pabrik dll. Setelah mengantarkan koran-koran itu mas Huda
baru mulai berjualan di perempatan bangjo dia menawarkan koran-koran ke
pengendara di perempatan, biasanya yang menjadi tempat jualan mas Huda di area sekitaran
bangjo tugu Manahan tapi setelah jam 8.30 mas Huda pindah di area taman sri
wedari. Untuk harga koran mas huda menjualnya seharga Rp10.000 perkoran, terkadang
ada juga pembeli yang membeli koran yang besar tapi tidak mau diberi kembalian,
mungkin karna belas kasihan.
Sebenarnya mas huda merasa bahwa bejualan koran itu sangat
berat, harus berangkat pagi-pagi kemudian jualan dijalan, kepanasan, kadang kehjanan,
terkadang korannya juga hanya laku sekitar 2 sampai 5 saja. Berbeda dengan
awal-awal jualan koram dulu, banyak untungnya apalagi waktu, dulu masih bayak
orang yang berlangganan koran maupun beli langsung, sampai-sampai uang yang
hanya hasil jualan koran bisa sampai jutaan tapi sekarang sudah sedikit orang
yang masih membaca koran, ya karna sudah ada HP bayak orang yang membaca koran
lewat itu. Meskipun untungnya nggak seperti dulu tapi masih ada hasilnya untuk
makan sehari-hari dan masih sisa untuk ditabung dan disedekahkan.
Sekitar jam 10.00 biasanya mas huda sudah selesai jualan
dan Kembali ke tempat suplay koran untuk setoran dan mengembalikan koran-koran
yang tidak laku ke gudangnya, tapi kalo jualannya sampai siang mas huda
mengembalikan koran yang nggak laku besok harinya ketika akan berjualan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar