Sabtu, 23 April 2022

Malam ke 21 Bulan Romadhon, Masjid Al-Huda Ramai Dipenuhi Orang yang Itikaf Mencari Pahala lailatul Qodar (Malam yang Berpangkat)

Penulis dan Editor: Nur Ahmad Hidayat

             SURAKARTA, malam 21 bulan Romadhan masyarakat indonesia kususnya umat islam melaksanakan itikaf, termasuk di masjid Al-Huda dipenuhi jamaah yang melaksanakan itikaf. Mereka melaksanakan kegiatan itikaf dengan bermacam-macam kegiatan ibadah. Seperti tadarus Al-Qur’an, Solat Malam, Solat Tahajud, Solat Tasbih, dhikir, berdoa, dsb.

 

Bulan Romadon adalah bulan yang penuh berkah karena di bulan tersebut semua amalan baik akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, begitu juga dengan amalan jelek akan deibalas dengan dosa yang berlipat. Sudah sewajarnya bagi umat islam berlomba-lomba untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya pada bulan romadhan, karena memang bulan romadhan ini hanya bisa dijumpai sekali dalam satu tahun, seperti apa yang diucapkan seorang warga Jajar “iya mas, belum tentu saya bisa menjumpai bulan romadhan kembali di tahun depan. makanya saya bersungguh-sungguh di bulan Romadhan ini terutama di sepuluh malam yang terakhir saya melakukan itikaf di masjid supaya bisa mendapat pahala Lailatul Qodar”.

 

Untuk mencari pahala Lailatul Qodar masjid Al-Huda Jajar mengadakan kegiatan itikaf. Suasana pada malam pertama itikaf atau malam ke 21 di bulan Romadhan di Masjid Al-Huda jajar sangat hidup, banyak warga yang masuk ke masjid ini dari anak-anak, remaja-remaji, bapak-babak, ibu-ibu, sampai orang tua. Di masjid itu banyak suara tapi tidak ada yang terganggu dengan suara tersebut karena suara-suara tersebut merupakan lantunan ayat-ayat Al-qur’an yang dibaca, anak-anak juga tak kalah mereka banyak yang membaca doa Lailatul Qodar (Allahuma Innaka Afuwun Kariim Tuhibulul Afwafa’fuanii). Mereka semua dalam keadaan yang ceria dan bersemangat karena mengharapkan keutamaan di bulan Romadhon yaitu pahala yang dilipat gandakan.

 

Pengurus masjid Al-Huda mengatakan “untuk memperlancar kegiatan di malam bulan romadhon ini dari pengurus masjid membuat kegiatan pengajian yang dilaksanakan dari solat isha berjamaah dilanjut dengan solat tarawih setelah itu yaitu jam delapan diadakan kegiatan pengajian sampai jam setengah sepuluh kemudian dilanjut dengan itikaf sampai sahur, biasanya juga akan ada jamaah yang sedekah makanan agar jamaahnya nggak ngantuk dan bersemangat itikafnya”. Seorang jamaah mengtakan “itikaf di sini juga enek, karena ramai juga kegiatannya terarah sehingga saya senang kalo itikaf di masjid ini”.

 

Kegiatan pengajian di masjid Al-Huda diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh pengurus masjid dan para remaja yang lancar dan mampu dalam membaca Al-Quran dengan suara yang baik dan memiliki target selama bulan romadhon harus khatam Al-Quran sekali, pembacaan Al-Quran dilakukan dari jam delapan sampai jam sembilan kemudain kegiatan dilanjutkan dengan ceramah dari pengurus masjid sampai jam setengah sepuluh, setelah kegiatan selesai para jamaah melanjutkan dengan kegiatan itikaf dibarengi dengan pembagian konsumsi dari sodakoh para jamaah masjid.

 

Adapun kegiatan para jamaah ketika itikaf yaitu “mereka melakukan penderesan Al-quran masing-masing, kemudian membaca doa Lailatul Qodar, setelah itu sebagian melanjudkan solat tahajud, dzikir, dan doa-doa. sebagian jamaah yang lain tidur tapi nanti sekitar jam dua atau waktu 1/3 (sepertiga) malam baru solat tahajud dan berdoa. Setelah sekitar jam tiga para jamaah mulai pulang satu per satu untuk sahur” ungkap Ustadz Akbar. Kemudian untuk para remaja setelah kegiatan itikaf sebelum pulang mereka membersihkan masjid seperti menyapu, menggulung karpet mencuci gelas piring dan membuang sampah guna mempersiapkan solat subuh berjamaah nanti.