Jumat, 20 Januari 2023

Kematian dan Masa Kecil Tesla

 

sumber gambar: https://www.viva.co.id

Nikola Tesla, Pada 7 januari 1943 pelayan yang bekerja di hotel New York masuk ke kamar nomor 3327 ia menemukan mayat seorang pria berumur 86 tahun yang ketahui bahwa selama 10 tahun terakhir itu menjadikan hotel itu sebagai rumahnya. Ia meninggal sendirian dan bangkrut. Ia hidup dengan hanya makan biskuit dan susu hangat dan terobsesi memberi makan merpati, pria ini Bernama nicola tesla.

kalau kita melihat bagaimana ditahun-tahun terakhirnya akan sulit untuk mempercayai bahwa dia adalah salah satu orang paling jenius yang pernah ada yang membentuk dunia kita sekarang. yang memelopori sistem kelistrikan arus bolak balik atau listrik yang menggerakkan rumah-rumah kita di seluruh dunia. Pengaruhnya dapat dilihat di sekitar kita dari remote kontrol, lampu neon, sismologi, radio sampai ke komunikasi nirkabel. Semua itu memiliki potensi untuk memajukan teknologi hampir satu abad ke depan dan menyediakan energi gratis ke seluruh dunia. Dan yang lebih hebat lagi uang yang didapatkan dari semua itu semuanya dihabiskan ke dalam proyek-proyek yang ditujukan untuk pengembangan kehidupan manusia. Bukan untuk keserakahan, keuntungan pribadi.

Semua orang tahu bahwa thomas edison adalah orang yang merancang lampu listrik, Semuanya tahu tentang penemuan Guglielmo Markoni Tentang radio dan juga William George yang membangun pembangkit listrik tenaga air pertama di dunia. tapi yang mereka tidak tahu adalah tesla -lah adalah otak di balik semuanya, Penemuan-penemuan milik tesla -lah yang membentuk dunia saat ini.



Nikola tesla lahir pada tanggal 10 juli tahun 1856 di kekaisaran Austria. tesla lahir saat badai petir yang sangat ganas terjadi. saat itu bidan yang membantu kelahiran tesla ketakutan “sun of strom” ujarnya. bidan tersebut menganggap Tesla akan menjadi sun of storm atau anak badai.Tetapi ibunya menolak dan berkata, “no. light (tidak cahaya)”. Apa yang ibu tesla maksudkan adalah dia akan bertahan dalam segala hal yang dilakukan untuk mencoba mengubah dunia menjadi tempat yang lebih cerah. Tapi yang tidak ibunya ketahui adalah.Nama itu membentuk tesla takdirnya dan tragedi yang terjadi di hidupnya kelak.

Di waktu kecil tesla mulai melihat penglihatan yang disertai dengan kilatan cahaya. Dia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam kepalanya. Dan penglihatan ini Tidak pernah hilang, penglihatan itu memacu maju kemampuannya untuk membayangkan penemuan-penemuannya di kepalanya dengan sangat rinci, sehingga dia bahkan tidak perlu untuk menggambarnya. Dia menjelaskan “semua desain penemuanya digambarkan dan disempurnakan hanya dengan pikirannya” Dalam artikel tahun 1919.

 

Ibu Tesla memiliki memori ID ETIK atau kemampuan untuk mengingat gambar dan memori dengan presisi yang sangat tinggi. Ibunya mengajari tesla hal yang sama. Ia melatih  tesla dengan latihan harian pada ingatan, penalaran, tebakan dan aktivitas mental lainnya, gara-gara ini tesla di waktu masih kecil bisa bicara sampai 8 bahasa.

Ayah tesla adalah seorang pendeta dia mau anaknya juga mengambil jalan hidup yang sama dengannya. Tapi suatu saat tesla terkena penyakit kolera, hal itu membuat Tesla terbaring selama 9 bulan dan hampir meninggal beberapa kali. Kemudian ayah Tesla yang putus asa berjanji akan mengirimnya ke sekolah teknik terbaik jika dia bisa pulih. ya.. akhirnya tesla selamat dan bersekolah dengan mengambil matematika dan fisika teknikal university.

Disuatu ketika tesla pernah berjalan-jalan dan Tiba tiba mendapat idenya tentang sebuah konsep. Dia duduk dan langsung menuliskan sketsa pertamanya di pasir di jalan itu. Di perkuliahan tahun pertamanya dia tidak pernah melewati kelas, meraih nilai tertinggi, dan lulus semua ujian. tesla mengklaim bekerja dan belajar mulai dari jam 3 pagi sampai 11 malam tanpa pengecualian hari Minggu atau hari libur.

sumber: Ardhianzy 



Rabu, 04 Januari 2023

Aktivitas Penjual Koran

sumber: https://bangkitmedia.com 

         Di pagi-pagi buta, waktu matarhari masih belum menampakan sinarnya. sekitar jam 03.00 mas huda sedang bersiap-siap untuk bekerja, dia bekerja sebagai penjual koran di perempatan bangjo area solo. Tidak seperti penjual koran biasanya yang hanya mengambil koran dan langsung menjualnya, mas huda harus berangkat bekerja pagi-pagi sebelum moyoritas orang bangun, hal ini dilakukan karena dia adalah menantu dari pemilik usaha penyuplai koran sehingga dia sering membantu menata koran sebelum para penjaual mengambil korannya.

Mas Huda mulai berangkat ke tempat suplai koran yang bertempat di perumahan Fajar Indah sekitar jam 03.15 pagi, kemudian dia bertemu dengan mertuanya dan pemilik temat yang Bernama Sutaji, “gimana pak, mana koran yang baru yang harus dikelompok terlebih dahulu” tanya Mas Huda. “itu Hud. Yang ada di sebelah pintu masuk”. Mas huda langsung mengambil tumpukan koran yang ada di sebelah pintu itu kemudain dipilih dan dikelompokan berdasarkan jenis terbitan koranya, diantaranya koran Solo Pos, koran Sindo, koran Kompas, Tribun, Tempo dan lainnya.

Setelah sekitar jam 4.30 Mas Huda izin sebentar untuk pergi ke masjid Al-Huda Jajar untuk menunaikan ibadah solat subu berjamaah “ayo pak solat, saya duluan ke masjid nggeh”. Meskipun sedang dalam bekerja mas huda selalu menyepatkan waktunya untuk solat berjamaah di masjid “sebentar, ini sekalian nitip koran untuk pak Wardoyo ya” ucap pak Sutaji. Pak Wardoyo juga penjual koran seperti mas Huda, karena pak wardoya solat di majid al-huda biasanya pak Sutaji langsung menitipkan koran ke mas huda. Kemudian mas huda berangkat ke masjid untuk solat dan memberikan koran titipanya dan langsung Kembali untuk lanjut berjualan koran.

Setelah Kembali ke tempat koran mas huda langsung melanjutkan untuk berjualan koran, Pertama-tama mas huda mengantarkan koran ke rumah-rumah dan tempat lain yang telah langganan koran ke dia seperti ke sekolahan, kantor, pabrik dll. Setelah mengantarkan koran-koran itu mas Huda baru mulai berjualan di perempatan bangjo dia menawarkan koran-koran ke pengendara di perempatan, biasanya yang menjadi tempat jualan mas Huda di area sekitaran bangjo tugu Manahan tapi setelah jam 8.30 mas Huda pindah di area taman sri wedari. Untuk harga koran mas huda menjualnya seharga Rp10.000 perkoran, terkadang ada juga pembeli yang membeli koran yang besar tapi tidak mau diberi kembalian, mungkin karna belas kasihan.

Sebenarnya mas huda merasa bahwa bejualan koran itu sangat berat, harus berangkat pagi-pagi kemudian jualan dijalan, kepanasan, kadang kehjanan, terkadang korannya juga hanya laku sekitar 2 sampai 5 saja. Berbeda dengan awal-awal jualan koram dulu, banyak untungnya apalagi waktu, dulu masih bayak orang yang berlangganan koran maupun beli langsung, sampai-sampai uang yang hanya hasil jualan koran bisa sampai jutaan tapi sekarang sudah sedikit orang yang masih membaca koran, ya karna sudah ada HP bayak orang yang membaca koran lewat itu. Meskipun untungnya nggak seperti dulu tapi masih ada hasilnya untuk makan sehari-hari dan masih sisa untuk ditabung dan disedekahkan.

Sekitar jam 10.00 biasanya mas huda sudah selesai jualan dan Kembali ke tempat suplay koran untuk setoran dan mengembalikan koran-koran yang tidak laku ke gudangnya, tapi kalo jualannya sampai siang mas huda mengembalikan koran yang nggak laku besok harinya ketika akan berjualan.