SURAKARTA, malam 21 bulan Romadhan masyarakat indonesia kususnya umat islam melaksanakan itikaf, termasuk di masjid Al-Huda dipenuhi jamaah yang melaksanakan itikaf. Mereka melaksanakan kegiatan itikaf dengan bermacam-macam kegiatan ibadah. Seperti tadarus Al-Qur’an, Solat Malam, Solat Tahajud, Solat Tasbih, dhikir, berdoa, dsb.
Bulan Romadon adalah bulan yang penuh berkah karena di
bulan tersebut semua amalan baik akan dibalas dengan pahala yang berlipat
ganda, begitu juga dengan amalan jelek akan deibalas dengan dosa yang berlipat.
Sudah sewajarnya bagi umat islam berlomba-lomba untuk mencari pahala
sebanyak-banyaknya pada bulan romadhan, karena memang bulan romadhan ini hanya
bisa dijumpai sekali dalam satu tahun, seperti apa yang diucapkan seorang warga
Jajar “iya mas, belum tentu saya bisa menjumpai bulan romadhan kembali di tahun
depan. makanya saya bersungguh-sungguh di bulan Romadhan ini terutama di
sepuluh malam yang terakhir saya melakukan itikaf di masjid supaya bisa
mendapat pahala Lailatul Qodar”.
Untuk mencari pahala Lailatul Qodar masjid Al-Huda
Jajar mengadakan kegiatan itikaf. Suasana pada malam pertama itikaf atau malam
ke 21 di bulan Romadhan di Masjid Al-Huda jajar sangat hidup, banyak warga yang
masuk ke masjid ini dari anak-anak, remaja-remaji, bapak-babak, ibu-ibu, sampai
orang tua. Di masjid itu banyak suara tapi tidak ada yang terganggu dengan
suara tersebut karena suara-suara tersebut merupakan lantunan ayat-ayat Al-qur’an
yang dibaca, anak-anak juga tak kalah mereka banyak yang membaca doa Lailatul
Qodar (Allahuma Innaka Afuwun Kariim Tuhibulul Afwafa’fuanii). Mereka semua
dalam keadaan yang ceria dan bersemangat karena mengharapkan keutamaan di bulan
Romadhon yaitu pahala yang dilipat gandakan.
Pengurus masjid Al-Huda mengatakan “untuk memperlancar
kegiatan di malam bulan romadhon ini dari pengurus masjid membuat kegiatan
pengajian yang dilaksanakan dari solat isha berjamaah dilanjut dengan solat
tarawih setelah itu yaitu jam delapan diadakan kegiatan pengajian sampai jam
setengah sepuluh kemudian dilanjut dengan itikaf sampai sahur, biasanya juga
akan ada jamaah yang sedekah makanan agar jamaahnya nggak ngantuk dan
bersemangat itikafnya”. Seorang jamaah mengtakan “itikaf di sini juga enek,
karena ramai juga kegiatannya terarah sehingga saya senang kalo itikaf di
masjid ini”.
Kegiatan pengajian di masjid Al-Huda diisi dengan
pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh pengurus masjid dan para remaja
yang lancar dan mampu dalam membaca Al-Quran dengan suara yang baik dan
memiliki target selama bulan romadhon harus khatam Al-Quran sekali, pembacaan Al-Quran
dilakukan dari jam delapan sampai jam sembilan kemudain kegiatan dilanjutkan dengan
ceramah dari pengurus masjid sampai jam setengah sepuluh, setelah kegiatan
selesai para jamaah melanjutkan dengan kegiatan itikaf dibarengi dengan
pembagian konsumsi dari sodakoh para jamaah masjid.
Adapun kegiatan para jamaah ketika itikaf yaitu “mereka
melakukan penderesan Al-quran masing-masing, kemudian membaca doa Lailatul
Qodar, setelah itu sebagian melanjudkan solat tahajud, dzikir, dan doa-doa.
sebagian jamaah yang lain tidur tapi nanti sekitar jam dua atau waktu 1/3
(sepertiga) malam baru solat tahajud dan berdoa. Setelah sekitar jam tiga para
jamaah mulai pulang satu per satu untuk sahur” ungkap Ustadz Akbar. Kemudian
untuk para remaja setelah kegiatan itikaf sebelum pulang mereka membersihkan
masjid seperti menyapu, menggulung karpet mencuci gelas piring dan membuang
sampah guna mempersiapkan solat subuh berjamaah nanti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar